Beda Suka-Sayang-Cinta

September 10th, 2007 by kenek

 


Semoga pada suka bacanya ……

Beda Suka-Sayang-Cinta

*  Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*  Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
*  Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*  Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
*  Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
*  Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

*  SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
*  SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
*  CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita
selesaikan masalah ini bersama-sama. "

*  SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan  menawan."
*  SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
*  CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah
yang pernah Tuhan berikan padaku.."

*  Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
*  Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
*  Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang
dia lakukan."

*  Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
*  Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
*  Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

*  SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
*  SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
*  CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

*  SUKA adalah hal yang menuntut.
*  SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
*  CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Hati Seluas Dunia

May 20th, 2007 by kenek

Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu
pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai.
Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu,
dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan
hidupnya tak pernah berakhir bahagia.

Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil
segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia
taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.

"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Sang Guru.

"Asin dan pahit, pahit sekali," jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi
telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan
dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang
Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan
sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.
Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, "Coba, ambil air dari telaga
ini, dan minumlah."

Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar," sahut pemuda itu.

"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Sang Guru.

"Tidak," jawab si anak muda.

Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam.
Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah
atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari
bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung
pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan
dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah
dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung
setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu
akan banyak belajar dari keluasan itu."

"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung
segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah
hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang
seluas dunia!"

Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan "segenggam garam"
untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan
hati.

Cheers…

8 Kado terindah

November 22nd, 2006 by kenek


Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,
dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai
bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya

Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, faks,
e-mail atau chatting.
Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan,
perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian,
kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa
kebahagiaan.

2. Mendengarkan
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih
suka didengarkan, daripada mendengarkan.
Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat
ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan
kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam
keadaan betul-betul santai dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya.
Tatap wajahnya. Tak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang
tepat setelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan
terima kasih pun akan terdengar manis baginya.

3. Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi
lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada
seseorang karena memberinya “ruang.”
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,mengatur,
mengkritik bahkan mengomeli.

4. Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau
mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya?
Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.
Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu,
memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung
jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih
ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado. Bahkan
tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!
Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja
makan yang tertata indah, misalnya.

6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran,
sikap atau tindakan orang yang kita sayangi.
Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya
pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas
dan tulus.
Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima
kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan
juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi
cekcok yang hebat.
Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan
jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini,
berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah.”
Anda mungkin kesal atau marah karena ia terlambat datang memenuhi janji.
Tapi kalau baru sekali itu terjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran
yang berlarut-larut?
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini

8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair
hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana
muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
Anda kasihi?

Kenyataan Menarik Di Sekitar Kita

November 21st, 2006 by kenek

1. Coca-cola dulu berwarna hijau
2. Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah
Mohammed
3. Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan
diakhiri dengan huruf vokal yang sama
4. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah
5. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit
6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat
diketik dalam satu baris tuts keyboard anda
7. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada
laki-laki
8. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati
9. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya
sendiri
10. Kalau ada orang bilang ‘bless you’ setiap kali ada
yang bersin karena memang setiap kali kau bersin,
jantungmu berhenti satu milisecond
11. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke
langit
12. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick”
beberapa kali. Nanti anda akan mahir berbahasa
inggris!
13. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga,
memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan
mengakibatkan kematian
14. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan
raja-raja besar jaman dahulu kala:
raja sekop - raja daud
raja kriting - alexander agung
raja hati - raja charlemagne
raja wajik - julius caesar
15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321

16. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki
depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu
mati dalam perang
17. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti
orang itu cuma terluka dalam perang
18. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti
orang itu meninggal karena sakit
19. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser,
tangga darurat dan wiper mobil? Jawabannya: semua
ditemukan oleh perempuan! ha!
20. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk?
jawaban : madu
21. Buaya nggak bisa melet lidah
22. Siput bisa tidur selama 3 tahun
23. Semua beruang kutub KIDAL!
24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987
dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring
salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1
25. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki
26. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa
melompat
27. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang
dipelihara di rumah cuma itu-itu saja
28. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba
daripada kematian
29. Shakespeare menemukan kata : “assassination” dan
“bump”
30. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari,
STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik
hanya dengan jari-jari tangan kiri
31. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot
cairan anti hama
32. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
33. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh
30 kaki
34. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari
sejuta anak tikus!
]35. Memakai headphone selama satu jam dapat
menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga
sebanyak 700 kali lipat!
36. Pemantik ditemukan sebelum korek api
37. Setiap lipstik mengandung sisik ikan
38. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai
kontur yang berbeda-beda

39. Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini
pasti mencoba menjilat siku tangannya

SIKSA MENIGGALKAN SHOLAT

November 14th, 2006 by kenek


SIKSA MENIGGALKAN SHOLAT

Apakah yang menyebabkan kamu masuk neraka Saqar ini ?

Mereka menjawab :” kami tidak termasuk golongan orang-orang yang mengerjakan Sholat ”

(S. Al-Muddatsir 42, 43 ).

SIKSAAN KETIKA HIDUP DIDUNIA

1. Allah kurangkan keberkatan umurnya

2. Rezekinya dipersempitkan oleh Allah

3. Tidak ada tempat baginya disisi Agama ISlam

4. Do’anya tertolak

5. Hilang cahaya sholeh dari wajahnya

6. Amal kebaikan yang dilakukan langsung tidak diberi pahala

SIKSAAN KETIKA SAKARATUL MAUT

1. Ia akan menghadapi sakaratul maut dalam keadaan hina

2. Matinya dalam keadaan menderita kelaparan

3. Matinya dalam keadaan yang sangat haus,walaupun diberi minum sebanyak tujuh lautan

SIKSAAN KETIKA BERADA DIDALAM KUBUR

1. Allah akan menyempitkan kuburannya dengan sesempit-sempitnya

2. Kuburnya akan digelapkan

3. Allah akan menyiksanya dengan pedih sampai hari Qiamat

SIKSAAN KETIKA BERADA DI AKHIRAT

1. Dia akan dibelenggu dan diseret kepadang mahsyar oleh malaikat.

2. Allah tidak akan memandangnya dengan pandangan belas kasihan.

3. Allah tidak akan mengampuni dosanya dan akan disiksa dengan keras didalam neraka.

NIBAH BAGI ORANG YANG MENIGGALKAN SHALAT

1. SUBUH : Ia akan disiksa selama 60 tahun didalam neraka

2. DZUHUR : Dosanya seperti membunuh 1000 jiwa orang Islam

3. ASHAR : Dosanya seperti meruntuhkan Ka’bah

4. MAGHRIB : Dosanya seperti ia berzina denga Ibunya (Jika pria)atau berzina dengan Bapaknya (bagi Wanita)

5. ISYA’ : Allah tidak akan ridha’ ia hidup dibumi Allah, dan ia akan didesak mencari bumi lain.

(Kitab Raudhatussalihin)

Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW

November 7th, 2006 by kenek

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”

Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1):
“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”


Jawab Iblis:
“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”

Pertanyaan Nabi (2):
“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

Jawab Iblis:
“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Pertanyaan Nabi (3):
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:
“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”

Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”


Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”

Pertanyaan Nabi (5):
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:
“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.

Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”

Pertanyaan Nabi (6):
“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:
“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:
“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8):
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:
“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi (9):
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:
“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”

Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”

Pertanyaan Nabi (10):
“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:
“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”

Pertanyaan Nabi (11):
“Siapa yang serupa dengan engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):
“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):
“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:
“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:
“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):
“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”

Jawab Iblis:
“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):
“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:
“Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):
“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”

Pertanyaan Nabi (18):
“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):
“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):
“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’

[PIC] sinyal telkomsel masuk area kuburan

September 7th, 2006 by kenek

Click Untuk memperbesar …………

Telkomsel_menembus_alam_kubur

Jangan lupa tahun ini 26 Juli 2006 = 1 Rajab 1427

July 29th, 2006 by kenek

 KELEBIHAN
BULAN REJAB
 

  

Sabda
Nabi s.a.w.: Hendaklah kamu memuliakan bulan
 

Rejab,nescaya
Allah muliakan kamu dengan seribu
 

kemuliaan
di hari kiamat. 
 

  

Sabda
Nabi s.a.w.:

Bulan
Rejab Bulan Allah, Bulan Sya’aban bulanku &

bulan
Ramadhan bulan umatku.
 

  

Kemuliaan
Rejab dengan malam ISRAK MIKRAJnya, Sya’aban
 

dengan
malam NISFUnya Ramadhan dengan
 

LAILATUL-QADARnya. 

  

Malam
awal Rejab mustajab do’anya.(Dalam Kitab Raudhoh
 

Iman
Nawawi)
 

  

* Puasa
sehari pada bulan Rejab mendapat syurga
 

tertinggi
(Firdaus).
 

  

* Puasa
dua hari dilipatgandakan pahalanya.
 

  

* Puasa
tiga hari pada bulan Rejab dijadikan parit
 

yang
panjang, yang menghalangkan dia keneraka

(panjangnya
setahun perjalanan).
 

  

* Puasa
empat hari pada bulan Rejab diafiatkan
 

daripada
bala dan daripada penyakit yang besar-besar
 

dan
daripada fitnah Dajal di hari kiamat.
 

  

* Puasa
lima
hari pada bulan Rejab, aman daripada azab

kubur. 

  

* Puasa
enam hari pada bulan Rejab, keluar kubur
 

bercahaya
muka.
 

  

* Puasa
tujuh hari pada bulan Rejab, ditutup daripada
 

tujuh
pintu neraka.
 

  

* Puasa
lapan hari pada bulan Rejab, dibuka baginya

lapan
pintu syurga.
 

  

* Puasa
sembilan hari pada bulan Rejab keluar dari
 

kuburnya
lalu, MENGUCAP DUA KALIMAH SHAHADAH tidak
 

ditolak
dia masuk syurga.
 

  

* Puasa
10 hari pada bulan Rejab Allah jadikan baginya

hamparan
perhentian di Titi Sirotolmustaqim pada
 

tiap-tiap
satu batu di hari kiamat.
 

  

* Puasa
16 belas hari pada bulan Rejab akan dapat
 

melihat
wajah Allah di dalam syurga dan orang yang
 

pertama
menziarahi Allah di dalam syurga.

  

* Puasa
19 belas hari pada bulan Rejab, dibina baginya
 

sebuah
mahligai di hadapan mahligai Nabi Allah Ibrahim
 

a.s dan
Nabi Allah Adam a.s.
 

  

* Puasa
20 hari pada bulan Rejab, diampunkan segala
 

dosanya
yang telah lalu.  Maka mulailah beramal barang

yang
tinggi daripada umurnya (pembaharuan umur).
 

Berkata
Saidina Ali:
 

  

* Puasa
Rejab 13 hari seperti puasa tiga ribu tahun.
 

* Puasa
Rejab 14 hari seperti puasa sepuluh ribu
 

tahun. 

* Puasa
Rejab 15 hari seperti puasa seratus ribu

tahun. 

  

Kelebihan
bulan Rejab dari segala bulan seperti
 

kelebihan
Qur’an atas segala Qalam.

  

Puasa
sehari pada bulan Rejab seperti puasa empat
 

puluh
tahun dan diberi minum air dari Syurga.

  

Puasa 10
hari pada bulan Rejab dijadikan dua sayap,

terbang
seperti kilat di atas Titi Sirotalmustaqim
 

di hari
kiamat.

  

Puasa
sehari pada bulan Rejab seperti mengerjakan
 

ibadat
seumurnya.
 

  

Puasa
pada awal Rejab, pertengahannya dan akhirnya
 

seperti
puasa sebulan pahalanya.

  

Bulan
Rejab Syahrullah (Bulan Allah), diampunkan dosa
 

orang-orang
yang meminta ampun dan bertaubat kepada
 

Allah.
Puasa Bulan Rejab wajib baginya:
 

  

*
Diampunkan dosanya yang lalu.
 

*
Dipeliharakan Allah umurnya yang tinggal.

*
Terlepas dari dahaga di hari kiamat.
 

  

Orang
yang lemah dari berpuasa pada bulan Rejab
 

hendaklah
bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya
 

sebiji
roti. Sasiapa bersedekah pada
 

bulan
Rejab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan

kepadanya
tiap sehelai bulu ruma jasadnya seribu
 

kebajikan,
diangkat seribu darjat, dihapus seribu
 

kejahatan. 

  

Tiap
sehari puasanya pada bulan Rejab dan sedekahnya
 

pada
bulan Rejab seperti ibadat seribu Haji dan Umrah.

Dibina
mahligai seribu bilik dan seribu bidadari,
 

lebih
cantik daripada atahari seribu kali.
 

  

Bulan
Rejab bulan Allah. Bersedekah pada bulan Rejab
 

dijauhkan
Allah daripada api neraka kerana kemuliaan
 

bulan
Rejab, Bulan Allah. Allah jadikan di belakang

bukit
Jabal Qar bumi, yang putih yang penuh dengan
 

Malaikat
dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam
 

Rejab
meminta ampun oleh mereka kepada Umat Muhammad.
 

Allah
menjawap: Telah aku ampunkan mereka! Barangsiapa

meminta
ampun (bersitighfar) kepada Allah
 

pagi dan
petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan
 

Rejab di
haramkan tubuhnya daripada api neraka.
 

  

Sesiapa
berpuasa sebulan pada bulan Rejab, Allah
 

berseru
kepadanya:

"Telah
wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu
 

kepadaKu.
Demi ketinggian Ku dankebesaranKu, tidak Aku
 

tolakkan
hajatmu. Engkau adalah jiranKu dibawah
 

`arasyKu,
engkau kekasihKu daripada segala makhlukKu,

engkau
terlebih mulia atasKu. Sukakanlah kamu, tiada
 

dinding
antaraKu dan antarakau".(dari kitabRaudatul
 

Ifkar) 

  

Puasa
pada 27 bulan Rejab seperti berpuasa enam puluh
 

bulan
pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti

puasa
seribu tahun, kerana kebesaran hari
 

ISRAK-MIKRAJ. 

  

Siapa
melapangkan kekeruhan, kesusahan, kesempitan
 

orang
mukmin pada bulan Rejab dikurniakan Allah
 

kepadanya
Mahligai yang besar di dalam syurga Firdaus.

  

Siapa
berpuasa tiga hari pada bulan Rejab dan
 

beribadat
pada malamnya(berjaga), seperti dia berpuasa
 

tiga
ribu tahun.
 

  

Diampunkan
baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari,
 

ditunaikan
70 hajat ketika keluar nyawanya daripada

jasadnya,
70 hajatnya di dalam kuburnya, 70 hajat
 

ketika
terbang suhuf (ketika Qur’an dinaik ketika
 

berlalu
di Titi Sirotalmustaqim.
 

  

Rejab
ertinya ta’zim (kebesaran, keagungan,
 

kemuliaan).
(Rahmat, pemurah, kebajikan). Kerana

kebesaran,
keagungan dan kemuliaan bulan Rejab itu
 

maka
Allah limpahkan rahmatNya, kemurahanNya dan
 

terhadap
hamba-hambaNya yang beriman dan beramal solih
 

pada
bulan Rejab, dengan berpuasa pada siangnya dan
 

beribadat
pada malamnya.
 

  

Demikianlah
peri keistimewaannya keagungan bulan Rejab
 

itu yang
dinamakan dengan BULAN ALLAH.
 

  

REJAB
bulan menabur benih.
 

SYA’ABAN
bulan menyiram tanaman.
 

RAMADHAN
bulan menuai.

  

REJAB
menyucikan badannya.
 

SYA’ABAN
menyucikan hatinya.
 

RAMADHAN
menyucikan rohnya.
 

  

REJAB
bulan taubat.
 

SYA’ABAN
bulan muhibbah.
 

RAMADHAN
dilimpahi pahala amalan.
 

  

semoga
kita sama2 m’dpt manfaat….

wassalam 

thx to


Vemy & Ika

[Info] Libur & Cuti Bersama 2007

July 26th, 2006 by kenek



Hari Libur Nasional Tahun 2007
1.  Senin 1 Januari 2007 : Tahun Baru Masehi 2007.
2.  Sabtu 20 Januari 2007 : Tahun Baru Islam 1428 Hijriah.
3.  Minggu 18 Februari 2007 : Tahun Baru Imlek 2558.
4.  Senin 19 Maret 2007 : Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1929.
5.  Sabtu 31 Maret 2007 : Maulid Nabi Muhammad SAW.
6.  Jumat 6 April 2007 : Wafatnya Yesus Kristus.
7.  Kamis 17 Mei 2007 : Kenaikan Yesus Kristus.
8.  Jumat 1 Juni 2007 : Hari Raya Waisak.
9.  Sabtu 11 Agustus 2007 : Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
10. Jumat 17 Agustus 2007 : Hari Kemerdekaan RI.
11. Sabtu dan Minggu 13-14 Oktober  2007 : Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal
     1428 Hijriah.
12. Kamis 20 Desember 2007 : Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriah.
13. Selasa 25 Desember 2007 : Hari Raya Natal

Cuti Bersama Tahun 2007
1.  Jumat 18 Mei 2007 : cuti bersama menyambung libur Kenaikan Yesus Kritus
     pada Kamis 17 Mei 2007.
2.  Jumat, Senin, dan Selasa, tanggal 12, 15, dan 16 Oktober 2007 : cuti
     bersama sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriah
     pada Sabtu dan Minggu 13 dan 14 Oktober 2007.
3.  Jumat dan Senin 21 dan 24 Desember 2007 : cuti bersama menyambung
     libur Hari Raya Idul Adha pada Kamis 20 Desember dan sebelum hari Natal
     yang jatuh pada Selasa 25 Desember 2007.

[Story] 8 Kebohongan Ibu

July 25th, 2006 by kenek

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya
dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari
penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya
sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap
dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk
disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu
seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan
memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ———-
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk
ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari
tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata
:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu
tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ———-
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat
ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya
punya duit" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa
ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati,
bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak
terbiasa" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.
Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu
kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk
berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang
padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan
ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang
ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari
ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah
ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba
kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita,
lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian
hari.